• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

INFOGRAFIS: Rokok Adalah Penyebab Utama Kanker Paru

Aktivitas merokok adalah penyebab utama kanker paru.

by Tim Prohealth
Rabu, 6 Desember 2023
A A
INFOGRAFIS: Rokok Adalah Penyebab Utama Kanker Paru

Skrining kesehatan. (Sumber: National health day/2023)

Jakarta, Prohealth.id – Kebiasaan merokok adalah penyebab utama seseorang mengidap kanker paru.

Menurut dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, SpP(K), selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Onkologi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) banyak kasus pasien kanker paru tidak hanya dialami oleh perokok aktif. Ia membeberkan, ada pasien yang tidak merokok selama 11 tahun, namun tetap mengalami kanker paru karena bertahun-tahun menjadi perokok pasif.

BacaJuga

Cerita di Balik Pelepasliaran Enam Kukang Jawa ke Taman Nasional Ujung Kulon

INFOGRAFIS: Imunisasi Menurun, KLB Mengancam

“Semua metode pembakaran, bakar sampah, bakar sate, merokok. Itu menjadi polusi yang menghasilkan PM 2.5 memicu karsinogenik dalam tubuh,” ujar dr. Sita dalam konferensi pers online Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Senin, (6/12/2023).

Nasib perokok pasif yang mengalami kanker paru-paru inilah yang memicu angka pasien kanker paru perempuan di Indonesia cukup tinggi. Padahal, tidak banyak perempuan yang merokok di Indonesia. Namun hal ini terjadi karena banyak polusi dalam rumah. Misalnya; suami atau anak yang merokok, atau ibu yang memasak dengan kayu bakar.

“Oleh karena itu, kalau usia di atas 45 tahun sebagai perokok aktif perlu skrining. Berlaku juga untuk perokok pasif di ats 40 tahun, atau orang yang dalam keluarganya ada rekam jejak kanker paru untuk melakukan skrining,” tuturnya.

Selain itu, dr. Sita juga menegaskan pentingnya lingkungan rumah tangga dan perumahan untuk bebas asap rokok. “Merokoklah di tempat yang jauh dari orang lansia, atau anak-anak. Tidak di dalam rumah. Di ruang terbuka, karena yang tidak merokok memiliki hak untuk bernapas dengan udara bersih,” tegas dr. Sita.

Tags: Asap RokokBahaya RokokCukai Rokokepidemi rokokKanker Paruobat kankerterapi kanker
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.