• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

600 Ribu Warga Buta akibat Katarak, Skrining Diperkuat

Pemerintah menargetkan minimal 60% penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal.

by Prohealth
Selasa, 28 April 2026
A A
600 Ribu Warga Buta akibat Katarak, Skrining Diperkuat

Indonesia menghadapi tantangan serius pada sektor kesehatan penglihatan dengan mencatat sekitar 600 hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut.

Ia mengatakan jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka. Dante menyampaikan perihal ini saat membuka Bakti Sosial Operasi Katarak bersama Noor Dubai Foundation di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat, 24 April 2026.

BacaJuga

Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar

Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun (81,2%). Hasil skrining program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026 mengonfirmasi urgensi ini: dari 23,35 juta orang yang diperiksa, 2,95 juta di antaranya mengalami gangguan mata.

Dante menjelaskan penderita katarak kehilangan akses terhadap sekitar 80% informasi yang diterima melalui indra penglihatan. “Dunia yang dulu jelas perlahan menjadi buram. Penderita seolah kehilangan terang di sisa hidupnya,” ucapnya.

Guna menekan angka kebutaan, pemerintah menjalankan dua strategi utama. Pertama, mengintegrasikan skrining mata dalam program CKG 2026. Pemerintah memastikan layanan operasi katarak terjamin sepenuhnya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kedua, pemerintah menggandeng Noor Dubai Foundation (UEA) dan PERDAMI untuk memberikan operasi gratis bagi 500 pasien periode Januari–Mei 2026. Operasi gratis ini berlangsung tersebar di Kalimantan Tengah (200 pasien), NTB (150 pasien), dan NTT (150 pasien).

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri, menyatakan kerja sama ini adalah pilar penting hubungan bilateral UEA-Indonesia.

“Layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Abdulla. Ia menambahkan, program ini mencerminkan warisan kemanusiaan pendiri UEA, Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

Abdulla juga mengapresiasi dokter spesialis mata Indonesia yang tergabung dalam PERDAMI. “Seluruh prosedur dilakukan oleh spesialis mata Indonesia. Dukungan internasional yang memberdayakan keahlian nasional adalah model kemitraan yang paling efektif,” katanya.

Senada, Bupati Kapuas Muhamad Wiyanto, menyampaikan terima kasih atas bantuan ini, mengingat tingginya biaya operasi mandiri yang bisa mencapai Rp10 juta per mata.

“Tahun lalu peserta sekitar 150 orang, tahun ini meningkat menjadi 200 pasien. Peningkatan ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap program ini,” ungkap Wiyanto. Ke depannya ia berharap kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030, pemerintah menargetkan minimal 60% penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal. Pada 2025, realisasi kapasitas operasi nasional telah mencapai 634.642 orang (92% dari target).

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.