• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Penyakit Hati Mengintai

Secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun.

by Prohealth
Rabu, 3 Juni 2026
A A
Penyakit Cacingan Ternyata Bisa Bikin Kematian

Penyakit area hati dan pencernaan. (Sumber: Canva/2023)

Kementerian Kesehatan RI memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis melalui perluasan skrining dan deteksi dini di masyarakat. Langkah ini penting mengingat penyakit hati kronis masih menjadi tantangan kesehatan yang besar di Indonesia, dengan estimasi sekitar 70 juta penduduk mengalaminya.

Secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun. Lebih dari separuh kematian tersebut berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki stadium lanjut.

BacaJuga

Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar

Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hati merupakan ancaman serius karena berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika sudah mengalami sirosis atau kanker hati.

“Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi. Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif. Kerja di area pencegahan jauh lebih murah dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut,” kata Menkes Budi dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk ‘Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver’ di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menekankan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen, masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen mendapatkan pengobatan.

“Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, sering kali penyakit sudah berada pada tahap lanjut,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, skrining penyakit hati telah diintegrasikan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan meliputi deteksi Hepatitis B melalui HBsAg serta penilaian fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis pemeriksaan darah.

Selain memperluas deteksi dini, pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan, pemberian profilaksis antivirus bagi ibu hamil dengan Hepatitis B untuk mencegah penularan ke bayi, serta penerapan kebijakan Nutri-Level mulai 2026. Tujuannya membantu masyarakat mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak yang menjadi faktor risiko penyakit hati akibat gangguan metabolik.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), David Handojo Muljono, mengatakan banyak kasus Hepatitis B kronis tidak terdeteksi karena berlangsung tanpa gejala. Karena itu, perluasan akses skrining dan pengobatan di layanan kesehatan primer menjadi sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan kegiatan Healthy Liver Awareness for Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hati melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

“Melalui kegiatan ini kami juga menyediakan layanan skrining kesehatan hati berupa pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, dan FibroScan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit hati,” ujar Andi.

Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan menjadikannya sebagai kebiasaan tahunan untuk menjaga kesehatan. Karena ketahuan lebih awal, peluang sembuh jauh lebih besar.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.