• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Penggunaan Air Bersih

Hubungan antara pusat data dan konsumsi air terjadi melalui 3 jalur utama: penggunaan air langsung untuk sistem pendinginan, penggunaan tak langsung melalui pembangkitan listrik, dan air untuk rantai pasok manufaktur perangkat keras.

by Admin
Kamis, 22 Oktober 2026
A A
Kontribusi Kecerdasan Buatan Dalam Transformasi Layanan Kesehatan Asia Tenggara

Teknologi AI dan anak-anak. (Sumber foto: Canva/2025)

Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menyebabkan efisiensi di berbagai sektor. Meskipun memiliki kemampuan pemrosesan data yang cepat, operasional AI membutuhkan dukungan infrastruktur pusat data (data center) yang mengonsumsi listrik serta sumber daya air bersih dalam jumlah tinggi.

Dosen Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR), Yutika Amelia Effendi menjelaskan tantangan ini perlu dilihat sebagai peluang untuk mendorong inovasi AI yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

BacaJuga

Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia

Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya

Yutika memaparkan server, prosesor, dan GPU di pusat data menghasilkan panas tinggi saat memproses permintaan komputasi. Panas ini harus dibuang secara berkelanjutan agar kinerja sistem tetap stabil.

“Hubungan antara pusat data dan konsumsi air terjadi melalui tiga jalur utama yakni penggunaan air langsung untuk sistem pendinginan, penggunaan tidak langsung melalui pembangkitan listrik, serta air yang digunakan dalam rantai pasok manufaktur perangkat keras,” katanya.

Ia menambahkan kapasitas menyerap panas yang tinggi menjadikan air pilihan efektif untuk pendinginan. Meski demikian, penggunaan air daur ulang (non potable) yang telah diolah sesuai spesifikasi teknis dapat menjadi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada pasokan air minum.

Menanggapi kekhawatiran dampak terhadap ketersediaan air bersih, ia menegaskan tentang pentingnya prioritas kebutuhan dasar dan kajian daya dukung lingkungan sejak perencanaan pusat data.

“Dampaknya sangat bervariasi bergantung pada lokasi, teknologi pendinginan, dan kondisi sumber daya air setempat. Kebutuhan dasar masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan air,” katanya.

Untuk menekan konsumsi air, solusi dapat diterapkan dari hulu hingga hilir. Seperti optimasi model komputasi, penerapan teknologi closed-loop cooling atau direct-to-chip liquid cooling, penggunaan air daur ulang, hingga pemilihan lokasi fasilitas.

Pada akhir, Yutika mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran digital dengan memanfaatkan AI secara bijak tanpa ketakutan berlebih. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi.

“Pemerintah dapat mendorong standar efisiensi, sementara perguruan tinggi seperti UNAIR dapat berperan melalui riset lintas bidang. AI bukan hanya teknologi yang terkendali dampaknya, namun juga dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan,” katanya.

Tags: airdata centerkecerdasan buatanpusat datateknologi AI
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.