• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Burung Liar Masuk Ruang Perawatan, Berisiko Penyebaran Penyakit

Hewan liar berpotensi membawa mikroorganisme yang dapat membahayakan pasien maupun tenaga kesehatan.

by Prohealth
Kamis, 9 Juli 2026
A A
Burung Liar Masuk Ruang Perawatan, Berisiko Penyebaran Penyakit

Video viral yang memperlihatkan burung merpati bebas berkeliaran di dalam kamar rumah sakit memicu perhatian publik terhadap pentingnya kebersihan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.

Menurut Aisyah Amanda Hanif, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, keberadaan burung liar di ruang perawatan tidak boleh dianggap sepele. Sebab, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama bagi pasien dengan kondisi kesehatan yang rentan.

BacaJuga

Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar

Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya

“Masuknya burung liar ke dalam rumah sakit menunjukkan belum optimalnya pemenuhan standar kebersihan dan pencegahan infeksi di lingkungan fasilitas kesehatan. Hewan liar berpotensi membawa mikroorganisme yang dapat membahayakan pasien maupun tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, burung merpati dapat menjadi pembawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Kotorannya dapat mengandung spora jamur seperti Cryptococcus sp. dan Histoplasma sp., serta bakteri seperti Mycobacterium avium complex dan Staphylococcus aureus. Mikroorganisme itu berpotensi menyebabkan infeksi pada manusia, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Selain itu, kata dia, kutu yang hidup pada tubuh burung merpati juga dapat menggigit manusia sehingga menimbulkan gatal maupun iritasi kulit.

Tak hanya berisiko menularkan penyakit, kata Aisyah, keberadaan burung di dalam ruang perawatan juga dapat menurunkan kualitas lingkungan rumah sakit. Bulu, debu, dan kotoran burung dapat mencemari udara, memicu reaksi alergi pada pasien yang sensitif, mengotori ruangan, serta mengurangi kenyamanan selama proses perawatan.

Menurut Aisyah, ketika burung liar ditemukan masuk ke ruang perawatan, rumah sakit perlu segera mengambil langkah penanganan yang aman. Burung sebaiknya ditangkap atau diarahkan keluar tanpa melukainya, kemudian seluruh celah yang menjadi akses masuk harus ditutup agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pembersihan ruangan juga harus dilakukan secara hati-hati. Petugas sebaiknya menggunakan masker N95 dan tidak langsung menyapu kering kotoran burung karena dapat menyebabkan partikel yang mengandung mikroorganisme beterbangan dan terhirup,” katanya.

Ia juga menyarankan agar rumah sakit memantau kondisi kesehatan pasien maupun tenaga kesehatan yang sempat terpapar, serta memasang imbauan agar pengunjung tidak memberi makan burung di area rumah sakit. Langkah ini ia nilai penting untuk mencegah burung kembali datang dan menjaga lingkungan rumah sakit tetap aman, bersih, serta mendukung keselamatan pasien.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.