• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Dominasi Ikan Sapu-Sapu di Ciliwung Tunjukkan Gejala Sungai Sakit

Berkurangnya ikan lokal bukan semata karena kalah bersaing. Tapi karena lingkungan sungai sudah berubah drastis.

by Admin
Rabu, 22 April 2026
A A
Ancaman Ekologis Ledakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Tercemar

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Yusli Wardiatno, menyoroti kondisi kritis Sungai Ciliwung yang kini telah didominasi oleh populasi ikan sapu-sapu (pleco). Menurutnya, melimpahnya ikan sapu-sapu di Ciliwung bukanlah tanda ekosistem yang kaya, melainkan indikasi kuat bahwa sungai tersebut sedang “sakit”.

Saat ini, kata dia, ikan sapu-sapu adalah spesies yang paling mudah ditemukan di Ciliwung, seolah-olah sungai itu memang miliknya. “Dominasi ini menunjukkan perubahan mendasar pada kondisi sungai, yang menyebabkan hilangnya keragaman ikan air tawar lokal yang sebelumnya dikenal tinggi di sungai-sungai di Jawa,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

BacaJuga

Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia

Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya

Yusli menjelaskan berkurangnya ikan lokal bukan semata karena kalah bersaing. Tapi karena lingkungan sungai sudah berubah drastis. Ciliwung telah lama menanggung beban limbah domestik, industri, dan limpasan perkotaan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya kandungan logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri di air maupun sedimen.

Ia mengatakan, berbeda dengan ikan lokal yang tidak dirancang untuk hidup di lingkungan tercemar, ikan sapu-sapu justru “diuntungkan”. Sapu-sapu mampu bertahan dalam kondisi oksigen rendah, air keruh, dan lingkungan yang tidak layak huni bagi spesies lain, menjadikannya penyintas yang mendominasi perairan.

Di tengah dominasi ini, kata Yusril, muncul ide untuk menangkap sapu-sapu sebanyak mungkin dan memanfaatkannya sebagai sumber ekonomi, yang dinilai masuk akal untuk menekan populasi.

Namun, Yusli memperingatkan pemanfaatan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ikan yang hidup di perairan tercemar dapat mengakumulasi logam berat di dalam jaringan tubuhnya, dengan beberapa temuan menunjukkan kadar yang melampaui ambang batas aman untuk konsumsi.

Risiko kesehatan, ucap dia, juga tetap ada meskipun ikan diolah menjadi produk nonpangan seperti pakan, pupuk, atau bahan industri. “Logam berat berpotensi kembali masuk ke rantai makanan atau terserap tanaman melalui pupuk jika proses pengolahannya tidak benar-benar bersih,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, pemanfaatannya harus disertai pengawasan ketat, mulai dari lokasi penangkapan, cara pengolahan, hingga jaminan keamanan produk akhir.

Yusli menekankan akar masalah spesies asing seperti sapu-sapu sering kali bermula dari ikan peliharaan yang dilepas ke alam. Tindakan ini memicu masalah ekologis yang sulit dikembalikan karena spesies asing dapat berkembang tanpa kendali.

Bagi Yusli, mengendalikan sapu-sapu melalui penangkapan massal dan pemanfaatan ekonomi hanyalah solusi sementara. “Persoalan dominasi sapu-sapu tidak cukup dijawab dengan hal tersebut, melainkan harus disertai dengan perbaikan kualitas sungai dan perubahan perilaku masyarakat, terutama kesadaran untuk tidak melepas spesies asing ke alam,” katanya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.