• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Paradigma Antibiotik untuk Akuakultur Harus Digeser ke Vaksin

Masa depan akuakultur harus berorientasi pada sistem yang lebih aman dan berkelanjutan.

by Prohealth
Senin, 27 April 2026
A A
Vaksin Jaga Tenaga Kesehatan, Namun Penularan Covid-19 Belum Terkendali

Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac sebelum disuntikkan pada tenaga kesehatan di Klinik Universitas Brawijaya, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021). Sumber Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Selama ini, penggunaan antibiotik masih menjadi pilihan utama dalam pengendalian penyakit. Tak hanya di manusia, tapi juga bagi sektor akuakultur.

Namun, menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Sri Nuryati, pendekatan ini dinilai tidak lagi efektif dalam jangka panjang. Terutama karena meningkatnya risiko resistensi antimikroba serta potensi residu pada produk perikanan.

BacaJuga

Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar

Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya

“Penggunaan antibiotik itu paradigma lama. Harus dikurangi bahkan ditinggalkan, karena dampaknya tidak baik untuk jangka panjang,” ujarnya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University di Kampus IPB Dramaga, 25 April 2026.

Sri menegaskan masa depan akuakultur harus berorientasi pada sistem yang lebih aman dan berkelanjutan. “Ke depan, akuakultur harus menjamin aspek keamanan pangan dan kesehatan organisme. Paradigmanya bukan lagi mengobati penyakit, tetapi mencegah sejak awal,” kata dia menegaskan.

Ia mengatakan, alternatif pendekatan berbasis pencegahan antara lain pemanfaatan imunostimulan, probiotik, hingga vaksinasi. Negara seperti Norwegia, terbukti berhasil dalam mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik melalui penerapan vaksin.

“Di Norwegia, hampir 99 persen akuakultur sudah tidak menggunakan antibiotik lagi. Mereka beralih ke vaksinasi, dan itu terbukti efektif meningkatkan kelangsungan hidup ikan,” jelasnya.

Vaksin bekerja dengan melatih sistem imun organisme budi daya agar lebih siap menghadapi patogen. “Prinsipnya sama seperti vaksin pada manusia. Organisme dilatih terlebih dahulu, sehingga saat patogen datang, responsnya sudah lebih cepat dan kuat,” katanya.

Menariknya, ucap dia, pengembangan vaksin kini juga mulai diarahkan pada udang, yang sebelumnya dianggap tidak dapat divaksin karena hanya memiliki sistem imun bawaan (innate immunity). Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya mekanisme trained immunity yang memungkinkan udang memberikan respons protektif terhadap infeksi berulang.

Menurut dia, memang dulu dianggap tidak bisa, karena udang tidak punya sel memori. Tapi sekarang kita tahu bahwa imunitasnya bisa dilatih. “Ini membuka peluang besar untuk pengembangan vaksin udang,” ungkapnya.

Di tengah ketidakpastian iklim dan meningkatnya risiko penyakit, transformasi menuju sistem akuakultur berbasis pencegahan dinilai semakin mendesak. Integrasi antara inovasi teknologi, praktik budi daya yang baik, serta kesiapan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor ini.

“Ke depan, kunci utamanya adalah pencegahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itu yang harus menjadi arah pengembangan akuakultur kita,” tuturnya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Rumah Kami, Nikel Mereka: Ke Mana Perginya dari Indonesia
  • Gubernur Sulawesi Selatan Terbitkan Larangan Penggunaan Vape buat Pegawai dan Pelajar
  • Satu dari Empat Remaja di Dunia Lapor Tak Ada Hari Aktif dalam Sepekan Sebelumnya
  • Mengusut Dugaan Pencucian Kayu 23 Kontainer Asal Nabire di Surabaya
  • Aktivis: RSPO Itu Greenwashing di Tengah Karhutla dan Pelanggaran Hak Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.